Jetting Carburetor
Seting karburator (jetting carburetor) bagi beberapa teknisi seringkali di anggap pekerjaan
yang susah dan sulit dipahami. banyak juga yang tidak dapat menyempurnakan performa mesin
hanya karena hal ini. Karburator adalah sub part dari sistem pemasukan bahan bakar pada unit mesin sepeda motor.
Karburator seringkali juga disebut carburetor dalam bahasa teknis internasional
(sering kali juga jadi sebutan para teknisi non akademik di luar negeri). Karburator biasa terpasang di urutan kedua setelah filter udara pada sistem pemasukan pada
unit mesin sepeda motor. Gambaran umum dari fungsi karburator adalah untuk mencampurkan udara dan bahan bakar menjadi
campuran yang ideal (stoichiometric/1:14,7) untuk setiap bukaan gas dan setiap putaran mesin.
dari campuran yang ideal inilah yang nantinya akan muncul ledakan dengan nilai tenaga yang maksimal
guna menggerakan piston sebagai sumber penggerak mesin.
karburator mengkabutkan campuran udara dan bahan bakar berdasarkan beda tekanan yang timbul pada
lubang venturi karburator akibat hisapan dari piston (asas Bernouli/tekanan tinggi mengalir ke tekanan rendah).
Setiap perubahan yang kita lakukan pada mesin (terutama pada bagian penghasil daya) dan karakter
penggunaan motor memerlukan setingan karburator yang berbeda untuk memperoleh hasil yang sesuai
dan maksimal. proses seting karburator ini seringkali disebut jetting carburetor. Untuk seting carburator sebenarnya di perlukan banyak alat bantu guna memaksimalkan hasil analisa,
tentu saja beberapa alat ini susah di dapat di daerah dan kadangkala harganya tidak terjangkau oleh
beberapa teknisi. Oleh karena itu disini saya coba untuk berbagi pengetahuan yang saya dapat beberapa artikel dan buku
serta pengalaman aplikasi yang pernah saya alami sendiri guna memperoleh seting karburator yang
mendekati sempurna tanpa bantuan alat-alat tersebut. salah satunya adalah dengan memahami cara kerja
per bagian sistem kerja dari karburator bila di hubungkan dengan kondisi penggunaan dan putaran mesin.
ada berbagai macam karburator yang di aplikasikan pada mesin sepeda motor.
Bila dibedakan cara kerja
terdapat 2 macam.
1. Penyetelan angin (Adjusting pilot sistem)
dikenal 2 macam penyetelan berdasarkan konstruksi Pilot Screw (PS) dan Pilot Air Screw (PAS). Kedua type
itu paling mudah dibedakan dengan membandingkan cara penyetelannya. PS akan menjadi kurus (lean) perbandingan
bahan bakar dan udara (Air Fuel Ratio/AFR) bila diputar searah jarum jam dan menjadi boros (rich) jika di putar
kebalikan arah jarum jam. PAS memiliki penyetalan kebalikan dari PS.
2. Mekanisme buka tutup skep (trottle valve)
dikenal 2 macam mekanisme buka tutup skep berdasarkan cara kerja Skiner Union (SU) dan Velocity Monoblock (VM).
Kedua type ini paling mudah dibedakan dari konstruksi mekanisme penggerak skepnya. Pada type SU skep
digerakan oleh membran (diafragma) dan per skep (spring coil) untuk naik turun skepnya. Pada type VM naik
turunnya skep digerakan oleh gerakan gas (trottle) dan per skep (spring coil).
1. Bagian-bagian karburator
A. Pilot Sistem
Konstruksi - secara konstruksi pilot sistem terdiri dari dua pangkal awal yaitu pertama bagian yang dimasuki
udara (pilot air jet) biasanya terletak di bagian depan moncong karburator dan kedua bagian yang
dimasuki bahan bakar pilot jet yang berada dalam mangkuk karburator (float chamber). Kedua
jalur tersebut di jadikan satu agar bahan bakar dan udara menjadi campuran yang homogen
yang kemudian dikabutkan ke ruang bakar melalui pilot outlet di lubang venturi karburator dan
pada beberapa karburator dengan ukuran menengah keatas biasanya terdapat lubang tambahan by pass
outlet (biasanya terletak lebih dekat keruang bakar jika di bandingkan letak pilot outlet).
Cara kerja - rasio campuran udara dan bahan bakar dapat di adjust menyesuaikan kondisi dengan adjust pada PS dan PAS.
Beda yang paling terlihat adalah pada PS yang di adjust adalah jumlah campuran udara dan bahan bakar
sedangkan pada PAS adalah jumlah udara yang akan di campur dengan bahan bakar dari pilot jet.
fungsi - pilot jet berfungsi untuk mensuplai kebutuhan bahan bakar dan udara pada bukaan gas 1/8 - 1/4 diameter
venturi.
B. Main Sistem
Konstruksi - main sistem juga terdiri dari dua pangkal awal yaitu bagian yang dimasuki udara (main air jet)
yang biasa terletak di ujung depan karburator dan yang dimasuki bahan bakar (main jet) yang biasa
terletak di bagian float chamber.
cara kerja - udara dan bahan bakar akan dicampur di nosel (needle jet) dan keluar ke venturi secara terukur
sesuai dengan tirusan jarum skep (jet needle) yang berubah-ubah diameternya menutup lubang nosel
pada saat naik turun bersamaan dengan skep (throttle valve). Fungsi - main jet mulai berfungsi mensuplai bahan bakar dan udara ke mesin pada saat bukaan gas 1/4 - penuh
diameter venturi.
![]() |
| Trotlle opening |
![]() |
| Celah antara jarum dan lubang mengontrol debit bahan bakar |
Kondisi diam dan jalan membutuhkan pemahaman seting yang berbeda. Pada kondisi diam putaran mesin
akan cenderung lebih ringan (mengingat beban hanya komponen mesin yang berputar saja) sehingga
setiap bukaan gas akan cenderung lebih cepat menimbulkan kenaikan putaran mesin. Sedangkan pada saat
jalan beban mesin akan meningkat karena adanya beban pengendara dan hambatan udara sehingga kadangkala
bukaan gas akan cenderung lebih lambat menimbulkan kenaikan putaran mesin. Kondisi ini yang menyebabkan
secara tidak sengaja seting karburautor akan terasa lebih basah bila dibandingkan kondisi diam. Kondisi akan lebih parah jika perbandingan transmisi, final gear dan bobot pengendara berat. Hal ini bisa diperbaiki dengan menambah suplai udara pada pilot sistem atau main sistem sesuai dengan
pada bukaan gas yang mana yang terasa masih basah. Penambahan suplai dapat dilakukan dengan memperbesar
diameter lubang main air jet atau pilot air jet. Hal yang perlu kita ingat adalah jangan terpancing
menentukan seting dengan tingginya rpm tetapi tergantung dengan bukaan gas. Kondisi rpm dan beban
berapa pun, akan tetap terisi tenaga jika karburator dapat memberikan suplai yang ideal.






Komentar
Posting Komentar