REVIEW NINJA SS
![]() |
| Ninja SS |
Motor pabrikan Kawasaki ini salah satu favorit dikelas sport 150cc 2 tak di tanah air. Meskipun sudah tergolong tua dan telah stop produksi peminat Ninja SS masih banyak. Koleksi, lomba, hobby dan nostalgia menjadi alasan memiliki motor ini. Menikmati sensasi tenaga 2 tak dengan install part performance ataupun detailing original part menyenangkan bagi pemilik motor ini. Untuk beberapa orang yang memulai atau baru tertarik pasti memerlukan Review Ninja SS sebagai sumber informasi.
Dimensi ukuran dan bobot Ninja SS termasuk ideal untuk badan orang Indonesia.
Tinggi badan 160-165cm pun masih nyaman duduk di jok Ninja SS, sehingga
tidak kerepotan saat berhenti dikemacetan ataupun antrian lampu merah
kaki masih bisa menapak dengan baik. Jarak stang pun masih nyaman saat
motor dikendarai, saat harus belok penuh diputaran balik tangan tidak
tertarik sebelah seperti saat mengendarai moge. Bobot 120an kg tidak
merepotkan diparkiran dan bermanuver cepat di jalan berkelok.
Performa
dan tenaga mesin 150cc 2 tak berpendingin air dengan lubang buang
dilengkapi dengan katup SUPER KIPS menghasilkan tenaga 30,1 Ps / 10.500
rpm (tenaga), 21,6 Nm / 9.000 rpm (torsi).
Rentang
tenaga start awal sedikit lemah saat awal kopling dilepas, rpm minta
sedikit dinaikan di 2000rpm untuk mendapat respon mesin pada saat awal
jalan. Tapi tenaga akan segera rata pada saat dikisaran 3000-6000rpm.
Rentang rpm 5000-6000 bisa dijadikan pilihan untuk jalan menanjak,
tenaga cukup nyaman, halus dan rata dan tentunya karena memerlukan
bukaan gas yang tidak besar maka pemakaian bahan bakar pasti efisien.
Jika memerlukan tenaga lebih besar tinggal putar lebih dalam grip gas
katup SUPER KIPS akan mulai membuka di 6000-7000 rpm. Tambahan tenaga akan
terasa sampai lebih dari 10.500 rpm, suara knalpotpun berubah menjadi
lebih keras. Dalam kondisi tertentu jika naiknya rpm mendapat bukaan gas
lebih besar akibat posisi gigi yang masih rendah akan sedikit
memberikan sensasi mbrebet seperti keborosan bensin atau setingan klip
jarum skep yang terlalu bawah (padahal karbu ninja type SS tidak
dilengkapi dengan klip pada jarumnya). Saya rasa ini dikarenakan naiknya
efisiensi pemasukan akibat efek tekanan balik lubang buang yang tepat
saat katup SUPER KIPS mulai terbuka.
Fuel range dan
kapasitas tangki Ninja SS cukup untuk pemakaian harian ataupun yang
suka touring. Meskipun bentuknya terlihat ramping kapasitas penuh tangki
yang hampir 11 liter. Dengan pemakaian normal dimana rpm tidak tinggi
secara terus menerus satu tangki penuh Ninja SS standar bisa mencapai
jarak tempuh kurang lebih 190km sebelum keran bensin posisi ON tidak
mengalirkan bahan bakar. Tangki ninja SS memiliki keran bensin dengan 2
pilihan ON dan RES. Pada saat posisi keran ON kehabisan bahan bakar
setelah di isi penuh tangki ninja SS masih memiliki cadangan bensin
1,5-2 liter pada saat keran diputar ke posisi RES. Motor masih bisa
dikendarai 30-40km lagi sampai pom bensin terdekat.
Ini
yang saya suka dari motor sport yang masih menggunakan karburator.
Cukup tau fuel range keran ON berapa km motor masih punya cadangan
bensin untuk 20% extra fuel range. Ditambah lampu indikator bensin yang akan menyala pada saat low, membuat pengguna tau persis batas pemakaian bahan bakar.
Ninja
SS dengan rasio kompresi 7,2:1 memang relatif rendah seperti mesin 2
tak pada umumnya di kisaran 6-7 : 1 termasuk tidak rewel untuk urusan
jenis bahan bakar, oktan berapa pun masih ok.
Radiator
sebagai pendingin mesinpun tidak perlu bekerja keras karena panas mesin
tidak terlalu tinggi. Bahkan tanpa termostat sebagai kontrol aliran air
radiator untuk mesin Ninja SSpun masih termasuk mudah dihidupkan dan
dikendarai pada saat suhu mesin dingin. Cukup tarik tuas cok dibagian
kiri karburator mainkan sedikit gas sampai suara knalpot sedikit lebih
serak, tutup kembali tuas cok motor sudah siap dikendarai.
Posisi Riding Ninja
SS mirip dengan Ninja R hanya saja posisi stang lebih rendah karena
mengaplikasikan stang model jepit seperti di type Ninja RR. Untuk
pemakaian jarak pendek dalam waktu yang tidak lama posisi berkendaranya
masih tergolong nyaman.
Tapi
untuk keperluan touring atau jarak jauh sebaiknya diganti dengan milik
Ninja R yang posisi stang lebih tinggi dan mundur atau bisa juga
menggunakan stang Scorpio atau Tiger yang lebih tinggi lagi. Tentunya
dengan melakukan penyesuaian pada kabel kopling dan gas.
![]() |
| Aplikasi stang scorpio dengan custom raiser |
Posisi
riding touring yang nyaman dipadu dengan karakter mesin yang memiliki touring speed diatas rata-rata tentunya memberikan sensasi
touring yang berbeda. Leluasa menambah kecepatan pada kondisi jalan lengang tanpa banyak memaksa mesin. Posisi Footstep yang agak mundur dan sisi spakbor
depan yang agak turun membuat kaki jauh dari cipratan air pada saat
melewati jalan yang sedikit basah.
Kerasnya
putaran grip gas menjadi salah satu kekurangan Ninja SS. Karena grip
gas diharuskan menarik 2 komponen secara bersamaan, skep karburator dan
rotor pompa oli samping. Sensasi keras putaran grip gas terasa menggangu
saat berkendara lama terlebih pada saat kondisi hujan. Bahkan pada saat
cuaca dingin fenomena gas lengket pada saat bukaan gas kecil kadang
kala terjadi. Mungin jika Ninja SS menggunakan karburator dengan
trottlebody type butterfly/coin yang memiliki 2 kabel gas fenomena ini
tidak akan terjadi.
Pelumas mesin dan oli 2T
Ninja SS adalah perlu catatan khusus. Oli mesin untuk mesin 2 tak
cenderung tidak bekerja keras, karena tidak menerima langsung panas
tinggi dari ruang bakar. Selebihnya adalah untuk melumasi bagian kopling
dan transmisi saja. Tetapi untuk mesin dengan pendingin air, mesin
memiliki resiko untuk terjadi kebocoran air radiator masuk ke ruang
transmisi. Apalagi umur motor yang cenderung di atas 10 tahun, meskipun
problem ini memang jarang terjadi di mesin ninja yang terawat dengan
baik. Tidak perlu ganti rutin bulanan untuk oli mesin dalam kondisi
tertentu oli mesin masih layak pakai sampai dengan 6000-8000km atau
sekitar 6 bulan pemakaian. Karena tidak menerima panas tinggi oli mesin
pada Ninja SS cenderung tidak rusak tapi hanya kotor akibat kikisan
gesekan plat dan kampas kopling serta kikisan gigi transmisi yang bisa
dikatakan minim sekali. Cukup intip dari jendela oli yang ada di bak
kanan mesin dalam kondisi motor di standar tengah, perhatikan level oli
dan warna oli. Sebaiknya dilakukan pada saat mesin belum dihidupkan.
Level oli sebaiknya berada di range bar min dan uper, serta tidak
berwarna putih susu.
Untuk
pengguna Ninja SS yang suka sensasi SUPER KIPS di rpm tinggi Oli 2T
atau yang biasa disebut oli samping atau oli atas harus memiliki
performa diatas rata-rata. Apalagi kalo sudah menggunakan knalpot racing
yang membuat rpm semakin mudah mencapai puncak oli 2T harus lebih
memiliki performa perlindungan tinggi.
Lampu dan sistem signal
masih belum tersentuh teknologi LED, semua bolam lampu masih
menggunakan lampu pijar. Lampu depan menggunakan type H6 dengan sumber arus AC. Bolam ini banyak digunakan dijenis
motor bebek matic lama, dan cukup ekonomis harganya. Jika ingin mengganti dengan bolam LED pun H6 saat ini sudah punya banyak pilihan, selain tingkat lummen maksimal input voltage harus menjadi perhatian. Semakin tinggi atau besar angkanya akan semakin baik, karena pada saat terjadi lag atau fail dibagian regulator atau kiprok tidak langsung merusak lampu.
Fokus
sinar lampu depan masih cukup fokus dan merata untuk riding dimalam
hari. Hanya fokus untuk Hi beam saja yang terasa kurang tinggi
menyebabkan jarak pandang yang tercover lampu kurang jauh. Untungnya
lampu depan Ninja SS type bulat masih bisa di rubah naik turun dengan
menggunakan tangan.
Roda Suspensi
dan Rem Ninja SS tergolong baik, desain roda suspensi dan rangka melahirkan
feeling riding yang stabil dan mantap. Terutama pada bagian depan terasa
lebih kuat menapak diaspal walaupun masih menggunakan ban standar
pabrikan. Travel shock yang cukup panjang dan kompresi yang empuk
memberikan kenyamanan di bagian depan tanpa mengurangi stabilitas. Tidak
heran jika akhir-akhir ini shock depan depan Ninja R menjadi komponen
wajib dikalangan pencinta CB. Shock belakang memiliki sag (jarak main
shock sebelum dan sesudah rider) yang cukup sehingga nyaman untuk
kecepatan rendah. Hanya berubah menjadi terlalu keras saat ayunan roda
belakang semakin dalam alias kalo hajar lubang akan terasa hentakannya.
Ukuran
diameter dan lebar velg membuat motor tetap lincah dengan paduan
diameter ring 17 didepan dan kecepatan lebih tinggi dengan diameter ring
18 dibelakang. Hanya saja pilihan ban luar tidak banyak untuk ban
belakang. Sebetulnya velg Ninja RR bisa dijadikan pilihan untuk dipasang
dibagian belakang karena mengaplikasikan ring 17.
Performa
rem juga cukup baik, mampu memberikan efek pengereman yang cukup kuat.
Untuk perawatan juga cukup mudah karena type kampas cakram banyak
ditemukan di toko sparpart dan sama jenisnya untuk depan dan belakang.
Material piringan cakrampun cukup baik, dengan pemakaian di atas
50.000km biasanya masih belum menunjukan keausan yang berlebih jika
dibandingkan dengan material cakram original standar saat ini.







Komentar
Posting Komentar